Cara Berpikir Pemecah Masalah · Pelajaran 2 dari 8
Memecah masalah besar
7 menit baca · BelajarCode
Bayangkan gurumu berkata, "Buatlah acara pentas seni kelas." Kedengarannya besar dan membingungkan, bukan? Tapi coba pecah menjadi bagian yang lebih kecil:
- Menentukan tanggal dan tempat.
- Memilih siapa yang tampil dan apa penampilannya.
- Membuat undangan untuk orang tua.
- Menyiapkan kursi dan panggung.
- Membersihkan kelas setelah acara.
Setiap bagian sekarang terasa bisa dikerjakan. Inilah dekomposisi: memecah masalah besar menjadi masalah-masalah kecil yang lebih mudah diselesaikan.
Pecah sampai cukup kecil
Kadang satu bagian masih terasa besar. Tidak apa-apa, pecah lagi. Misalnya "membuat undangan" bisa dipecah menjadi:
- Menulis isi undangan.
- Menggambar hiasan.
- Memfotokopi sebanyak jumlah murid.
- Membagikan undangan sebelum pulang sekolah.
Bagian sudah cukup kecil kalau kamu langsung tahu cara mengerjakannya.
- Langkah 1, Mulai: Mulai
- Langkah 2, Proses: Tulis isi undangan
- Langkah 3, Proses: Gambar hiasan
- Langkah 4, Proses: Fotokopi sebanyak jumlah murid
- Langkah 5, Keluaran: Bagikan undangan
- Langkah 6, Selesai: Selesai
Kerja kelompok jadi lebih mudah
Setelah dipecah, bagian-bagian itu bisa dibagi ke anggota kelompok. Satu orang menulis, satu menggambar, satu memfotokopi. Pekerjaan selesai lebih cepat dan tidak ada yang kebingungan.
Cek pemahaman
Mana yang bukan contoh dekomposisi?
Latihan
Pecah masalahnya
Masalah: "Menanam pohon di halaman sekolah." Pecah masalah ini menjadi minimal lima langkah kecil. Kalau ada langkah yang masih terasa besar, pecah lagi.
Pembahasan
Salah satu jawaban yang bisa diterima:
- Meminta izin ke kepala sekolah.
- Memilih tempat yang terkena sinar matahari.
- Menyiapkan bibit, sekop, dan pupuk.
- Menggali lubang, menanam bibit, lalu menutup dengan tanah.
- Menyiram setiap pagi dan membuat jadwal piket menyiram.
Langkah "menyiapkan bibit" bisa dipecah lagi: memilih jenis pohon, membeli bibit, dan membawanya ke sekolah.